Sabtu, 15 Juni 2013

Resensi : Breaking Dawn (Awal Yang Baru)

JUDUL RESENSI : BREAKING DAWN (AWAL YANG BARU)

IDENTITAS BUKU MELIPUTI : 

Judul                           : Breaking Dawn ( Awal Yang Baru )
Pengarang                   : Stephenie Meyer
Penerbit                      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                 : 2009
Jumlah halaman           : 864 halaman
Jenis buku                   : Novel Remaja
Harga buku                 : Rp 80.000
breaking dawn


KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU :
Kelebihan :
Banyak hal yang menarik yang diceritakan dalam novel ini. Kisah Cinta yang tulus, cinta  sejati dan romantis. Berbagai karakter tokoh digambarkan dalam novel tersebut. Cerita Novel inisaling berkaitan dan bagus.Suasana yang digambarkan dalam novel ini jelas, sehingga para pembaca dapat dengan mudah berimajinasi melalui cerita yang dikisahkan.
Kekurangan :
Dalam Novel ini tidak diceritakan sudut pandang tokoh Edward.
         Sampul buku :
         Sampul novel ini cukup menarik. Pilihan warnanya tepat, sehingga dapat menggambarkan arti dalam novel ini. Terdapat gambar seorang wanita yang dilatar belakangi oleh suasana matahari terbit dan pepohonan. Dimana gambar tersebut dapat menjelaskan perasaan dari para tokohnya. Latar sampul seperti suasana ketika matahari terbit dipagi hari. Judul ditulis dibagian atas gambar matahari. Pengarang ditulis dibagian bawah.

         Isi buku :
         Mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan. Tapi jika pengorbanan itu memang diperlukan, kau pun tidak mempunyai pilihan untuk menghindarinya. Jika pengorbanan itu adalah menyangkut nyawamu.
Akankah kau mau melakukannya?

Bella Swan adalah seorang remaja muda, memiliki pemikiran yang cukup dewasa. Bagi Bella Swan mencintai dan dicintai oleh vampir yang bernama Edward Cullen merupakan hal yang mustahil dan tidak pernah akan terjadi. Tetapi ketika cinta itu datang dalam hati Bella, meski sulit untuk ditolak dan diterima dalam dunia nyata, ia tetap mencintai Edward yang kini telah menjadi separuh jiwanya. Tetapi disis lain hubungannya dengan Jacob Black seorang manusia serigala yang membawanya kedalam sesuatu permasalahan yang harus dia selesaikan, mengenai perasaan hatinya yang sebenarnya.

Dimana ia harus memilih salah satu diantara dua pilihan. Mengenai hubungannya dengan Edward adalah sebuah masa depan yang indah, hubungannya dengan Jacob hubungan yang terjalin erat dan saling membutuhkan. Disisi lain Jacob tahu akan keputusan apa yang akan dipilih Bella. Lalu sanggupkah Jacob meninggalkan bella ?
Sanggupkah ia mengatakan tidak pada Bella ? Apakah masalah besar yang akan terjadi selanjutnya dikehidupan Bella ?

Kesimpulan: 
Dalam cerita novel Breakingdawn, dapat disimpulkan bahwa mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan yang tidak punya pilihan untuk dihindari walaupun menyangkut nyawa.  
Biografi Penulis :
Stephenie Meyer terlahir dengan nama Stephenie Morgan pada 24 Desember 1973. Meyer adalah seorang penulis dari Amerika. 
Meyer mulai melambung menulis novel laris, TWILIGHT pada 2005.Novel ini menjadi populer,bahkan telah diterjemahkan hingga 37 bahasa lain dan telah terjual lebih dari 40 juta copy diseluruh dunia.
Berkat TWILIGHTMeyer mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya dari New York Timessebagai Editor's Choice, Amazon.com sebagai Best Book of The Decade... So Far. 
Novel laris ini akhirnya diadaptasi menjadi sebuah film. Dibintangi oleh Robert Pattinson dan Kristen Stewart, film yang tidak diproduksi oleh major label Hollywood menjadi film box office.
Melihat kesuksesan buku pertama dari serial vampire ini, Meyer melanjutkan hingga tiga buahbuku lainnya, NEW MOON (2006), ECLIPSE (2007) dan BREAKING DAWN (2008). Hanya butuh waktusatu minggu sejak peluncurannya, buku NEW MOON berhasil berada di nomor 5 chart New York Time Best Seller.
Selain serial laris TWILIGHT, Mayer juga menulis buku lainnya, seperti PROM NIGHT FROM HELL (2007) serta THE HOST (2008).



Selasa, 30 April 2013

PERAMALAN PENJUALAN

RAMALAN PENJUALAN PRODUK TAS PT. ASKAR SAWARGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1                              1.1 Latar Belakang
Dalam dunia persaingan bisnis saat ini banyak industri yang menawarkan produknya ke pasaran. Sehingga banyak para produsen yang berlomba – lomba untuk menciptakan inovasi – inovasi agar bisa diterima dipasar nasional. Ditengah perekonomian negara yang saat ini sedang tidak kondusif untuk para usaha kecil menengah berdampak kepada menurunnya pendapatan pada usaha itu sendiri.
Kondisi ini diperparah dengan adanya pemerintah membatasi kebutuhan bahan baku para produsen dalam menjalankan usaha mereka. Sehingga berpengaruh pada hasil produksi yang dihasilkan para pengrajin usaha kecil menengah. Untuk mempertahankan perusahaan tersebut mereka harus tetap berproduksi demi tetap berjalannya usaha mereka ditengah masalah yang dihadapi dengan cara meramalkan hasil yang harus didapat oleh perusahaan.
Untuk meramalkan hasil laporan penjulan dengan menggunakan metode peramalan kita akan dapat mengetahui apakah perusahaan mengalami kenaikan atau penurunan penjualan perusahaan.
Peramalan adalah suatu proses untuk memperkirakan atau menduga-duga bebrapa kebutuhan dimasa yang akan datang dengan meliputi segala kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu, biaya dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka untuk memenuhi permintaan suatu barang dan jasa.
Dengan kita menggunakan metode peramalan ini maka akan didapatkan suatu program dan tindakan perusahaan untuk dapat mengetahui keadaan usaha yang akan datang.
Berdasarkan uraian diatas, makan penulisan ilmilah ini melakukan penelitian dengan judul “ PERAMALAN PENJUALAN TAS PT. ASKAR SAWARGI”.

1.2              1.2 Rumusan dan Batasan Masalah’

1.2.1        1.2.1  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah penelitian diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “metode apakah yang lebih baik digunakan untuk menganalisa usaha tas tersebut”.

1.2.2        1.2.2 Batasan Masalah
Dengan batasan masalah penulisan ini akan meramalkan penjualan tas untuk bulan juli 2013 perhitungan ramalan penjulan pada januari sampai pada juli 2013 dengan menggunakan metode MA ( Moving Average ), WMA ( weight Moving Average ), ES ( Exponetial Smoothing)

1.3              1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk ramalan mengetahui penjualan pada bulan juli 2013 dengan metode peramalan penjualan usaha tas menggunakan metode MA ( Moving Average), WMA (wight Moving Average), dan ES (Exponential Smoothing)

1.4              1.4 Manfaat penelitian

1.4.1        1.4.1 Bagian Akademis
Penelitian ini dapat membantu para peneliti lainnya sebagai acuan untuk meneliti penelitian sejenisnya. Untuk mengetahui peramalan penjualan tas pada masa yang akan datang. 

1.4.2    Bagi Praktisi
Penelitian ini bisa menjadi acuan atau masukan yang bermanfaat bagi perusahaan yang sejenis untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen yang diinginkan sehingga perusahaan bisa melihat prospek dari perusahaan dan strategi perusahaan yang akan dijalankannya.

1.5            1.5  Metode Penelitian

1.5.1    Objek Penelitian
Objek penelitian adalah pengrajin usaha tas yang bertempat di jalan pisangan baru 2 RT/RW 01/08 no 7 kelurahan pisangan baru kecamatan matraman jakarata timur

1.5.2    Data Variable
Data variable penelitian yang akan diteliti oleh penulis adalah laporan penjualan dari pengrajin usaha tas.

1.5.3    Metode Pengumpulan Data
Metode yang akan digunakan pada saat pengumpulan data adalah :

1.      Penelitian Kepustakaan
Yaitu dengan menggunakan referensi yang ada dari berbagai sumber yang telah terpercaya dibidangnya yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas dalam penelitian ilmiah ini.

2.      Penelitian Lapangan
Penelitian yang dilakukan secara langsung dengan meninjau langsung ke perusahaan tersebut agar mendapatkan data-data yang akurat dan objektif sesuai dengan keadaan ditempat usaha tersebut. Pengambilan data yang diperoleh dengan metode wawancara secara langsung kepada pihak yang berkepentingan dalam memberikan informasi-informasi dan penjelasan.

1.5.4    Alat Analisis Yang Digunakan
            Analisis yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah :
1.      MA (Moving Average/ Rata-Rata Bergerak)
MA  =                          Î£ Penjualan Nyata Pada Periode
             Periode (n) Yang Digunakan Dalam Waktu Average

2.      WMA ( wight Moving Average/ Rata-Rata Bergerak Tertimbang)
WMA = ( A×n ) + ( B × n – 1) + ( C × n – 2) +  ......

3.      ES (Expontial Smoothing/ Penulisan Exponential)
ES = F {( Ft – 1 ) +  (( At – 1) – ( Ft – 1))}

4.      MAD (Mean Absolute Deviasion/ Kesalahan Peramalan)
MAD = Jumlah Kesalahan / n

2.1Analisis
Dalam peramalan perusahaan bisa dapat mengetahui berapa penjulan yang mereka
targetkan untuk ditahun-tahun yang akan datang. Dengan menggunakan metode ini perusahaan dapat memanfaatkan metode ini sebagai alat ukur suatu perusahaan dalam penjulan suatu produk.

Sabtu, 30 Maret 2013

Penalaran Induktif

Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan evidensi-evidensi menuju kepada suatu kesimpulan yang masuk akal. Ini berate kalimat-kalimat yang diucapkan harus dapat dipertanggungjawabkan dari segi akal sehat atau harus sesuai dengan penalaran .

Pernalaran Induktif
Menurut Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus. Lalu menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya, dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan.
Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus. Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
  •   Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  •  Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  • Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
  • Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
  • Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Contoh : 
  •  Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
  • Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan
Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Cara Penarikan Simpulan
Generalisasi
Proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa. Generalisasi dibuktikan dengan data, contoh, statistic dll.
Contoh :     
  • Orang yang menjadi kader partai korupsi
  • Orang yang menjabat sebagai ketua umum partai korupsi
Generalisasi : Orang yang berkerja di partai korupsi
 
Jenis-jenis generalisasi :
  • Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi atas dasar penyimpulan yang telah diselidiki.
Contoh: data survey LSM
  • Generalisasi Dengan Loncatan Induktif
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh partai mendapat pendapatan dari hasil korupsi.

Macam-Macam Analogi :

a. Analogi Induktif

Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan.  Misalnya, Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari. Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.

b. Analogi Deklaratif

Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai. Misalnya, untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.

Cara Menilai Analogi

Untuk menguji apakah analogi yang dihasilkan cukup kuat untuk dipercaya, dapat kita gunakan analisa berikut:

a. Sedikit banyaknya peristiwa sejenis yang dianalogikan. Semakin banyak peristiwa sejenis yang dianalogikan, semakin besar taraf kepercayaannya. Misalnya, suatu ketika saya mengambil mata kuliah Logika dengan dosen bapak Faizin dan ternyata beliau murah hati dalam memberikan nilai kepada mahasiswanya, maka atas dasar analogi, saya bisa menyarankan kepada teman saya, si B, untuk memilih bapak Faizin sebagai dosen mata kuliah logikanya. Analogi saya menjadi lebih kuat setelah B juga mendapat nilai yang memuaskan dari bapak Faizin. Analogi menjadi lebih kuat lagi setelah ternyata C, D, E, dan F juga mengalami hal serupa.

b. Sedikit banyaknya aspek-aspek yang menjadi dasar analogi. Semakin banyak aspek yang menjadi dasar analogi, semakin besar taraf kepercayaannya. Misalnya, tentang flashdisk yang baru saja saya beli di sebuah toko A. Bahwa flashdisk yang baru saya beli tentu akan awet dan tidak mudah terserang virus karena flashdisk yang dulu dibeli di toko A juga demikian. Analogi menjadi lebih kuat lagi misalnya diperhitungkan juga harganya, mereknya, dan kapasitasnya.

c. Sifat dari analogi yang kita buat. Semakin rendah taksiran yang dianalogikan, semakin kuat analogi itu. Misalnya, Ahmad yang duduk di kelas unggulan di SLTP Harapan Bangsa dapat menyelesaikan 50 soal matematika dalam waktu 60 menit. Kemudian kita menyimpulkan bahwa Olivia, teman satu kelas Ahmad juga akan bisa menyelesaikan 50 soal matematika dalam waktu 60 menit, analogi demikian cukup kuat. Analogi ini akan lebih kuat jika kita mengatakan bahwa Olivia akan menyelesaikan 50 soal matematika dalam waktu 50 menit, dan menjadi lemah jika kita mengatakan bahwa Olivia akan menyelesaikan 50 soal matematika dalam waktu 75 menit.

d. Mempertimbangkan ada tidaknya unsur-unsur yang berbeda pada peristiwa yang dianalogikan. Semakin banyak pertimbangan atas unsur-unsurnya yang berbeda, semakin kuat analogi itu. Misalnya, kita menyimpulkan bahwa Fahri adalah mahasiswa yang pandai karena dia berhasil menjadi delegasi untuk dikirim ke Mesir. Analogi ini menjadi lebih kuat jika dipertimbangkan juga perbedaan yang ada pada para delegasi sebelumnya, A, B, C, D dan E yang mempunyai latar belakang yang berbeda dalam ekonomi, pendidikan SLTA, keluarga, daerah, pekerjaan orang tua, toh kesemuanya adalah mahasiswa yang pandai.

e. Relevan dan tidaknya masalah yang dianalogikan. Bila masalah yang dianalogikan itu relevan, maka semakin kuat analogi itu. Bila tidak, analoginya tidak kuat dan bahkan bisa gagal. Analogi yang relevan biasanya terdapat pada peristiwa yang mempunyai hubungan kausal. Misalnya, kita tahu bahwa sambungan rel kereta api dibuat tidak rapat untuk menjaga kemungkinan mengembangnya. Bila kena panas, rel tetap pada posisinya. Maka ketika hendak membangun rumah, kita menyuruh tukang untuk memberikan jarak pada tiap sambungan besi pada rangka rumah. Disini kita hanya mendasarkan pada suatu hubungan kausal bahwa karena besi memuai bila kena panas, maka jarak yang dibuat antara dua sambungan besi akan menghindarkan bangunan dari bahaya melengkung.

Hubungan Kausal

Hubungan sebab akibat / hubungan kausal ialah hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permsalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.

Contoh hubungan kausal  :

Kuberikan sedikit uang disakuku untuk membeli obat, ia menatap wajahku.. Menitikkan air mata lagi.. Ia menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat dan makanan untuk adik dan ibunya dirumah.
Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan anak itu bersama ibunya di pasar. Mereka menghampiriku,, memberiku sedikit makanan kecil sebagai ungkapan terima kasih padaku karena telah membantu anak itu beberapa hari yang lalu. 

Sebab-Akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapatmenyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap penyebabkadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukankemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihatpada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.
Contoh
Belajar menurut pandangantradisional adalah usaha untuk memperoleh sejumlh ilmupengetahuan. ‘Pengetahuan´ mendapat tekanan yang penting, oleh sebab pengetahuanmemegang peranan utama dalam kehidupan manusia. Pengetahuan adalah kekuasaan. Siapa yang memiliki pengetahuan, ia mendapat kekuasaan.
Akibat-Sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapidalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupaka simpulan
Contoh
Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam.Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkan membunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua dan pengaruhmasyarakat, pengaruh televisi dan film cukup besar.
Akibat-Akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.
Contoh
Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.
Sumber : https://www.google.com/